BPS: Waspadai Kenaikan Bahan Pangan Impor melalui Berbagai Transmisi

Tanaman gandum. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Jumat, 1 Juli 2022 | 16:40 WIB

Sariagri - Kenaikan komoditas pangan berbahan impor perlu diwaspadai mengingat beberapa negara masih melakukan pengurangan ekspor yang akan berdampak terhadap indeks harga pangan dan energi secara global.

“Tentu saja nanti ini bisa berpengaruh kepada perkembangan harga di domestik melalui berbagai transmisi yang ada,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono di Jakarta, Jumat (1/7).

Ia merinci, delapan negara masih membatasi ekspor gandum, yakni Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo.

Delapan negara lainnya membatasi ekspor gula seperti Rusia, India, Pakistan, Algeria, Lebanon, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo.

Terdapat lima negara yakni Rusia, Tiongkok, Ukraina, Vietnam, dan Kyrgyzstan membatasi ekspor pupuk, tiga negara yakni Argentina, Turki, dan Kyrgyzstan membatasi ekspor daging sapi, dan Argentina serta Ghana membatasi ekspor kedelai dan turunannya.

Sebelumnya, Margo mengatakan kenaikan harga bahan pangan dunia belum berdampak signifikan terhadap inflasi nasional pada Juni 2022.

Baca Juga: BPS: Waspadai Kenaikan Bahan Pangan Impor melalui Berbagai Transmisi
Pentingnya Menghindari Krisis Pangan Dunia Akibat Pandemi Corona

“Hal ini tercermin dari tiga komoditas dengan nilai bahan impor tertinggi yakni gandum, gula, dan kedelai. Tadi saya sampaikan harga global terus merangkak, tapi belum berdampak terhadap harga di dalam negeri,” katanya.

Komoditas pangan yang berbahan impor, seperti tepung terigu, gula pasir, dan tempe memang mengalami kenaikan harga, tetapi kenaikannya sangat tipis hingga belum berandil terhadap inflasi baik secara bulanan maupun tahunan.

“Jadi transmisinya belum terasa. Meski ada kenaikan, dampaknya ke inflasi masih tergolong rendah,” ucapnya.

Video Terkait