Inggris Cabut Pembatasan Impor Makanan dari Fukushima Jepang

Ilustrasi Ekspor Impor. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 1 Juli 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Makanan dari Fukushima, Jepang, akan tersedia secara bebas di Inggris. Hal tersebut terjadi beberapa minggu setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengemil popcorn dari prefektur Jepang yang dilanda krisis nuklir tiga kali lipat pada Maret 2011.

Mengutip The Guardian, Jumat (1/7/2022), Inggris membatasi impor dari Fukushima setelah area tersebut mengalami kecelakaan nuklir terburuk di dunia sejak Chernobyl.

PM Johnson mengonfirmasi bahwa pembatasan berakhir pada Rabu 29 Juni 2022. Sebelumnya PM Johnson bertemu dengan PM Jepang Fumio Kishida, di sela-sela KTT G7 di Jerman.

“Dua negara kepulauan demokrasi yang besar, bersatu dalam nilai-nilai kita, bertekad untuk berdiri bersama melawan otokrasi dan bahaya kemunduran di dunia, tetapi juga ingin berbuat lebih banyak bersama-sama dalam teknologi, keamanan, perdagangan, dan tentu saja saya senang bahwa besok akhirnya kami dapat memiliki produk asal Fukushima di seluruh toko di Inggris,” kata PM Johnson.

Pembatasan akan tetap berlaku di Irlandia Utara, yang tunduk pada aturan Uni Eropa tentang makanan dan minuman dari Fukushima dan prefektur lain yang terkena dampak kecelakaan 11 tahun lalu.

Pemerintah prefektur Fukushima mengatakan bahwa, pasca bencana, standar keamanan pangannya termasuk yang paling ketat di dunia.

Baca Juga: Inggris Cabut Pembatasan Impor Makanan dari Fukushima Jepang
Aprindo Ungkap Permintaan Produk Makanan dan Minuman dari UE Meningkat

Batas atas yang ditetapkan Pemerintah Fukushima untuk cesium radioaktif dalam bahan makanan seperti daging dan sayuran, adalah 100 becquerel per kilogram, dibandingkan dengan 1.250Bq/kg di Uni Eropa dan 1.200 Bq/kg di AS.

Pencabutan pembatasan akan mempengaruhi 23 produk makanan, seperti jamur, yang sebelumnya harus membawa bukti bahwa mereka telah diuji lulus bahan radioaktif.

Video Terkait