Melonjaknya Harga Daging Babi di Cina Ancam Buyarkan Target Inflasi

Babi. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 5 Juli 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Cina perlahan lolos dari inflasi konsumen yang berimbas pada perekonomian. Tetapi hal tersebut mungkin mulai berubah lagi karena harga daging babi yang melonjak.

Mengutip Bloomberg, Selasa (5/7/2022), Pemerintah Cina memulai kampanye untuk mengendalikan pasar daging babi. Harga daging pokok yang tinggi mengancam tidak tercapainya target inflasi dan mempersulit upaya untuk merangsang pertumbuhan.

Harga daging babi di Kota Dalian, Cina, telah naik ke level terkuatnya dalam setahun. Sementara harga daging grosir berada di level tertinggi dalam enam bulan.

Pemerintah Cina berusaha untuk menurunkan harga komoditas selama lebih dari setahun karena pandemi COVID-19. Kemudian invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan mereka kekurangan bahan-bahan penting seperti tembaga hingga batu bara.

Para pejabat memiliki pengalaman luas dalam mencoba menjinakkan pasar daging babi dalam beberapa tahun terakhir, setelah harga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada 2019. Harga yang meroket terjadi setelah wabah demam babi Afrika, penyakit babi yang fatal.

Untuk menghadapi kenaikan harga, jumlah ternak dan peternak diatur secara langsung oleh pemerintah, mendorong bank untuk meminjamkan uang kepada peternak, dan melepas daging babi yang disimpan di cadangan negara. Namun, masyarakat Cina kelihatannya akan melawan kekuatan yang lebih kuat.

"Ketika semua orang percaya harga akan naik, mereka cenderung menimbun, dan segalanya bisa lepas kendali. Tapi begitu ekspektasi berbalik, harga bisa turun lebih dalam juga," kata Lin Guofa, kepala penelitian di konsultan Bric Agriculture Group.

Daging babi yang mahal juga menjadi hambatan yang jelas pada anggaran rumah tangga yang sudah tegang oleh 'Covid Zero' pemerintah Cina. Lockdown ketat yang diberlakukan hingga berminggu-minggu sangat memukul perekonomian.

Selain dampak langsung tersebut, bahan pokok merupakan komponen pangan terbesar dalam indeks harga konsumen sehingga memperkuat pengaruh kenaikan harga.

Sama seperti komoditas lainnya, pendorong utama melonjaknya harga daging babi adalah penawaran dan permintaan. Masalah utamanya, jumlah anak babi berkurang setelah pemusnahan babi lebih ekstensif dari biasanya.

Baca Juga: Melonjaknya Harga Daging Babi di Cina Ancam Buyarkan Target Inflasi
Tips Membedakan Daging Sapi, Babi, dan Celeng

Sementara pembiakan, kehamilan, kelahiran hingga penyembelihan memakan waktu sekitar 10 bulan. Oleh sebab itu, kekurangan daging segar sekarang mulai terlihat.

Biaya pakan adalah faktor penting lainnya untuk jumlah babi dan menjadi perhatian. Rasio harga babi dan jagung tengah diawasi ketat, dengan angka yang lebih rendah yang berarti peternak menghasilkan lebih sedikit keuntungan per ekornya. Kini banyak peternak kurang bersedia untuk meningkatkan produksi.

Video Terkait