Kemendag Klaim Harga Minyak Goreng Curah di 3 Wilayah Rp14 Ribu per Liter

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) meninjau stock point minyak goreng curah rakyat di Pasar Ciracas, Jakarta Timur. (Antara/Sugiharto Purnama)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 5 Juli 2022 | 11:45 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan mengklaim harga minyak goreng curah yang dijual di pasar tradisional di tiga wilayah saat ini sudah turun menyentuh angka Rp14 ribu per liter. Ketiga wilayah itu meliputi Sumatera, Jawa dan Bali.

"Orang-orang tidak berebut lagi karena harga rata-rata sudah Rp14 ribu per liter untuk jenis curah, pakai plastik maupun yang dikemas," ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat melakukan peninjauan minyak goreng curah rakyat di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Selasa.

Saat ini, lanjut Zulkifli, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah berada di angka Rp14 ribu per liter. Bahkan beberapa daerah di Jawa dan Bali, kata dia, harga minyak goreng ada yang berada di bawah harga eceran tertinggi.

Baca Juga: Kemendag Klaim Harga Minyak Goreng Curah di 3 Wilayah Rp14 Ribu per Liter
Harga Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Diberlakukan, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying



Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata minyak goreng curah secara nasional saat ini berada di angka Rp15 ribu per liter karena minyak goreng di wilayah timur Indonesia masih menyentuh harga Rp20 ribu per liter.

Zulkifli mengungkapkan penyebab harga minyak goreng curah di Sulawesi dan Papua masih mahal akibat terkendala logistik.

"Ongkos kirim mahal. Apalagi minyak goreng ini satu galon besar isinya satu ton, ongkosnya mahal," terang Zulkifli.

Dia menegaskan pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah logistik distribusi minyak goreng di Sulawesi dan Papua untuk mewujudkan keadilan harga pangan di masyarakat.
 
Dalam waktu dekat, pemerintah berencana mendistribusikan minyak goreng dalam bentuk kemasan ke wilayah timur Indonesia untuk mengatasi kendala logistik karena distribusi minyak goreng kemasan lebih mudah.

"Minyak goreng Rp14 ribu akan kami kemas dengan kemasan sederhana. Mungkin lebih murah dan lebih mudah, sehingga nanti tempat-tempat yang jauh seperti Sulawesi dan Papua bisa lebih murah dari rata-rata Rp20 ribu per liter," ucap Zulkifli.
 
BUMN perdagangan dan logistik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menyatakan kesiapannya dalam membantu pemerintah untuk menyediakan minyak goreng murah bagi masyarakat.
 
Khusus di Jakarta, perseroan menyediakan sembilan stock point minyak goreng curah rakyat dengan jumlah pasokan mencapai 2.000 liter untuk setiap stock point tersebut. Adapun jumlah secara nasional telah tersebar pada 94 kota di 19 provinsi.
 
PPI mencatat jumlah mitra Warung Pangan yang menyediakan minyak goreng curah ada 4.391 unit. Minyak goreng curah tersebut diperoleh dari berbagai perusahaan penyedia, seperti Sinar Mas maupun PTPN.
 
Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati mengatakan pihaknya akan mendistribusikan langsung minyak goreng kemasan ke daerah-daerah yang menjadi target pemerintah supaya harga minyak goreng di sana bisa segera turun.
 
"Terutama yang belum terjangkau karena kita harus melihat sampai keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia. Kami akan melakukan secara bertahap, Kementerian Perdagangan akan melakukan dalam waktu dekat dengan merek Minyak Kita," pungkas Nina.

Video Terkait