27 Ton Ikan Tuna Sirip Kuning UKM Indonesia Tembus Pasar Vietnam

Ikan Tuna. (Dok. KKP)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 30 September 2021 | 10:30 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas 27 ton ikan tuna sirip kuning ke Vietnam senilai 83 ribu dolar AS. Komoditas ekspor itu merupakan hasil tangkapan nelayan yang dikelola pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), PT Harta Lautan Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengungkapkan kesuksesan menembus pasar Vietnam merupakan hasil kerja sama Kemendag) melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional dengan platform niaga elektronik ekspor madeinindonesia.com.

“Sinergi Kementerian Perdagangan dengan platform niaga elektronik diharapkan dapat meningkatkan peluang UKM Indonesia untuk menembus pasar global, khususnya pasar tujuan ekspor baru,” ujarnya, Rabu (29/9/2021).

Didi menjelaskan, Vietnam merupakan negara tujuan ekspor baru untuk ikan tuna sirip kuning. Pasar itu diperoleh melalui platform niaga elektronik madeinindonesia.com. Sebelumnya, Indonesia tidak mengekspor ikan tuna sirip kuning kecuali pada 2019.

“Diharapkan ekspor ikan tuna sirip kuning ini akan terus berlanjut dan mendapatkan permintaan kembali dengan jumlah transaksi yang lebih besar serta meningkatkan diversifikasi negara tujuan,” harap Didi.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan mengatakan ekspor ikan tuna sirip kuning yang dilakukan PT Harta Lautan Indonesia merupakan salah satu bentuk pemberdayaan nelayan Indonesia. Ikan tuna sirip kuning yang diekspor merupakan hasil tangkapan para nelayan dari Pacitan, Banyuwangi dan Benoa.

Selain itu, lanjut Marolop, importir Vietnam yang mengimpor ikan tuna sirip kuning merekomendasikan PT Harta Lautan Indonesia kepada importir Thailand yang akan melakukan pembelian 27 ton ikan tuna sirip kuning asal Indonesia pada Oktober 2021.

“Tentunya ini membuka peluang yang lebih besar untuk meningkatkan ekspor ikan tuna sirip kuning ke mancanegara,” kata Marolop.

Menurut Marolop, kegiatan pelepasan ekspor merupakan bukti nyata keberhasilan produk perikanan Indonesia berkontribusi terhadap penguatan perekonomian nasional. 

“Dengan dilakukannya pelepasan ekspor ini, diharapkan dapat memacu pelaku UKM lainnya untuk lebih bersemangat dalam memasarkan produknya ke pasar internasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Madeinindonesia.com Kemal Panigoro mengatakan, kesuksesan ekspor ikan tuna sirip kuning yang dilakukan PT Harta Lautan Indonesia ke Vietnam diperoleh melalui promosi dan fasilitasi dengan platform madeinindonesia.com. Platform ini dirancang untuk menjembatani produsen, pedagang grosir, dan pemasok di Indonesia dengan pembeli di mancanegara.

“Jejaring yang dimiliki madeinindonesia.com telah membuka peluang bagi ekspor Indonesia ke mancanegara. Madeinindonesia.com selalu siap membantu kegiatan ekspor dari Indonesia, baik bagi eksportir pemula maupun yang berpengalaman,” kata Kemal.

Pelepasan ekspor ini merupakan yang ketiga dari empat target PT Harta Lautan Indonesia ke Vietnam dengan jumlah total 103,7 ton senilai 320,6 ribu dolar AS atau Rp4 miliar selama 2021. Pelepasan ekspor pertama pada 18 Agustus 2021 senilai 65 ribu dolar AS. Sedangkan ekspor ketiga pada 7 September 2021 dengan nilai 85 ribu dolar AS. Selanjutnya, ekspor keempat akan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Baca Juga: 27 Ton Ikan Tuna Sirip Kuning UKM Indonesia Tembus Pasar Vietnam
Sistem Resi Gudang Diharapkan Jadi Solusi Bagi Nelayan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Juli 2021 Indonesia telah mengekspor 1,2 juta ton ikan tuna sirip kuning dengan nilai total 4,8 juta dolar AS ke seluruh dunia.

Pasar utama produk ikan tuna sirip kuning Indonesia pada 2021 antara lain Jepang dengan pangsa 95,09 persen, Amerika Serikat (1,85 persen), Vietnam (1,55 persen), Australia (0,47 persen), dan Singapura (0,44 persen).

Video terkait:

 

Video Terkait