Gelaran National Day di Expo 2020 Dubai, Jokowi : Indonesia Buka Banyak Peluang Kerja Sama

Presiden Joko Widodo saat membuka Trade Expo Indonesia Digital Edition ke-36 Tahun 2021. (Foto: Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: M Kautsar - Jumat, 5 November 2021 | 17:10 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung gelaran National Day Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab pada Kamis (4/11). Mengusung tajuk “Land of Diversity” gelaran National Day tersebut sekaligus mengenalkan potensi dan peluang keterbukaan bangsa kepada dunia saat ini serta kesiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Jokowi memperkenalkan Indonesia sebagai negeri yang dikarunia dengan beragam kekayaan dan keanekaragaman budaya, serta dikenal akan keindahan alamnya. Selain itu, Ia juga menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi bagi kemajuan dunia.

“Di saat kita memasuki era dunia tanpa batas, era tanpa sekat, kami berkomitmen untuk membuka semakin banyak peluang untuk bekerja sama dan berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengajak seluruh pihak untuk terus berakselerasi dalam mempercepat kerjasama, solidaritas, dan persahabatan untuk kehidupan yang lebih baik bagi seluruh bangsa.

“Indonesia ‘the land of majesty’, tanah yang kaya akan alam dan budaya; Indonesia ‘the land of opportunity’ yang akan terus membuka peluang dan kesempatan-kesempatan baru; Indonesia ‘the land of innovation’, yang akan terus berinovasi untuk generasi yang akan datang. Inilah kami, ‘the land of diversity',” ucap Jokowi.

Diketahui, National Day Indonesia di Expo 2020 Dubai menjadi bagian dari komitmen Presiden Jokowi bersama dengan beberapa Menteri terkait untuk terlibat aktif dalam berbagai isu global. Gelaran National Day juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan baik dengan UEA sebagai penyelenggara Expo 2020 Dubai dan mitra penting Indonesia di Timur Tengah.

Selain itu, kunjungan Jokowi tersebut sekaligus meneruskan diplomasi hubungan bilateral dalam penandatanganan Peluncuran Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA) pada 2 September 2021 lalu di Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Negara UEA Ahmed bin Ali Sayegh menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi Indonesia dalam menyukseskan Expo 2020 Dubai. Ia mengungkapkan, Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menyatakan komitmennya terhadap perhelatan World Expo tahun ini.

“Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak peluang dan inovasi yang menyatu dengan teknologi modern dan pengetahuan lokal, muatan informasi dan desain paviliun yang unik adalah sebuah manifestasi dari keragaman dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia,” ujar Menteri Al Sayegh.

Peluncuran Spice Up the World

Pada gelaran National Day, Pemerintah Indonesia sekaligus meluncurkan kampanye program Indonesia Spice Up the World. Dengan kampanye tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perdagangan rempah-rempah dan bumbu Indonesia.

Selain itu, dengan program Spice Up the World juga ditargetkan pertumbuhan ekspor rempah sebesar 25 persen menjadi 2 miliar dolar AS di tahun 2024 dan penambahan 4.000 restoran Indonesia di mancanegara.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan, ekspor rempah-rempah Indonesia pada Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar 499,1 juta dolar AS. Nilai tersebut tumbuh 12,88 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Produk rempah Indonesia yang diekspor antara lain pala, cengkeh, lada putih, kayu manis, dan kapulaga. Negara tujuan utama ekspor rempah Indonesia adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Vietnam, dan Belanda.

Baca Juga: Gelaran National Day di Expo 2020 Dubai, Jokowi : Indonesia Buka Banyak Peluang Kerja Sama
Bakornas Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Dibubarkan

Program yang dinaungi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini melibatkan lintas kementerian/lembaga, dengan target potensialnya adalah Australia dan negara-negara di Afrika, meski tidak menutup kemungkinan dari negara lain di penjuru dunia.

“Atas nama Indonesia, dengan rendah hati kami merasa terhormat menjadi bagian dan bisa berbagi sejarah kami, budaya kami, aspirasi kami, dan tentu saja, tidak terlupakan kekayaan kuliner lezat khas Indonesia dengan komunitas global,” ujar Mendag Lutfi.

Video Terkait