Investasi Gula UEA Hasilkan Produk Turunan Bioetanol

Ilustrasi - Tanaman tebu.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 7 November 2021 | 22:00 WIB

Sariagri - Rencana investasi Al Khaleej Sugar Co (AKS) dari Uni Emirat Arab di Indonesia berpotensi menghasilkan produk turunan bioetanol yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru dan terbarukan serta substitusi bahan bakar minyak.

“Hasil samping proses produksi gula tebu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru dan terbarukan antara lain bioetanol untuk substitusi BBM dari minyak bumi, dan biomassa dari bagas tebu sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik,” ujar Plt Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika di Dubai, UEA, Minggu (7/11/2021).

Putu menyampaikan pihaknya akan memfasilitasi rencana investasi AKS yang saat ini menjadi produsen terbesar gula di kawasan Timur Tengah dan lima besar dunia.

"Jika terwujud, investasi ini akan membantu pemenuhan kebutuhan gula nasional dan juga kebutuhan energi di Sulawesi dan kawasan Timur Indonesia," kata Putu.

Dia menjelaskan rencana investasi AKS selain produksi gula, juga memproduksi sumber energi alternatif dari produk samping pengolahan gula tebu.

Putu optimistis, investasi AKS di Indonesia akan dapat membantu pemenuhan gula dalam negeri, mendukung program substitusi impor dan memproduksi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

"Karena dia besar investasinya, dia mau memproduksi sekitar 750.00 ton per tahun. Dia sangat tertarik dan kita sedang membuat langkah-langkahnya supaya dia bisa berinvestasi," katanya.

Guna mendorong investasi raksasa gula Uni Emirat Arab (UEA) itu, Kemenperin telah mengundang pihak AKS untuk datang ke Indonesia dan melihat potensinya.

“Untuk menghasilkan tebu sebanyak 750 ribu ton tersebut, dibutuhkan sekitar 100 ribu hektar lahan tebu,” ungkapnya.

Saat ini, lahan yang diproyeksikan untuk ditanami tebu berada di Sulawesi. Selain memproduksi gula, AKS juga tertarik dengan produk turunan lainnya dari tebu, yaitu biomassa yang dapat dijadikan energi listrik dan etanol untuk pencampuran bahan bakar.

"Biomassa merupakan produk samping gula dengan jumlah mencapai 30 persen dari setiap produksi gula. Etanol ini terbuat dari produk samping proses gula yang bernama molasis dengan jumlah sebesar 4 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Investasi Gula UEA Hasilkan Produk Turunan Bioetanol
Bantu Ketersedian, PTPN II Mulai Jual Gula Langsung ke Pasar Ritel

Putu menambahkan etanol berperan untuk meningkatkan oktan bahan bakar. Umumnya untuk kendaraan roda empat sudah bisa menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol 20 persen, sementara kendaraan roda dua 10 persen.

“Di dalam negeri sendiri, kebutuhan etanol masih sangat besar dan belum dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” tandasnya.

Video terkait:

Video Terkait