Target Kemendag: 2.000 Pasar Rakyat dan 1 Juta Pedagang Terdigitalisasi di Tahun 2022

Operasi pasar kota Cirebon gunakan aplikasi digital (Sariagri/Nurahman)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 16 November 2021 | 18:00 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan memiliki target sebanyak 1.000 – 2.000 pasar rakyat dan 1 juta pedagang pasar rakyat terdigitalisasi pada tahun 2022 melalui program Digitalisasi Pasar Rakyat.

“Pemerintah terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dengan memberikan perhatian lebih kepada pasar rakyat dan pedagang di pasar rakyat. Hal ini kami lakukan untuk mendorong pasar rakyat agar tetap terus beroperasi dan menggerakkan sektor perdagangan melalui program digitalisasi pasar rakyat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oker Nurwan dalam keterangan resmi, Selasa (16/11/2021).

Oke menyebutkan, cakupan digitalisasi pasar rakyat terdiri dari aspek E-Commerce, E-Monitoring, Aplikasi Peduli Lindungi, E-Complain, Digital Marketing, ERetribusi dan E-Registrasi.

Sejalan dengan program Digitalisasi Pasar, lanjut Oke, Kementerian Perdagangan juga mendukung sepenuhnya program “Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” yang dicanangkan Bank Indonesia.

“Program ini merupakan implementasi digitalisasi pembayaran di pasar rakyat dan pusat perbelanjaan,” ungkap Oke.

Selain itu, lanjut Oke, untuk membantu para pedagang berjualan secara daring, Kementerian Perdagangan juga telah melakukan inisiasi membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Gojek dan Tokopedia.

Baca Juga: Target Kemendag: 2.000 Pasar Rakyat dan 1 Juta Pedagang Terdigitalisasi di Tahun 2022
Kemendag Kolaborasi dengan Facebook Bantu UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Oke membeberkan bahwa saat ini, sudah delapan pasar yang menerapkan digitalisasi dengan Tokopedia, yaitu Pasar Sabilulungan Kabupaten Bandung, Pasar Cihapit Kota Bandung, Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar Anyar Kota Tangerang, Pasar Kampung Baru Kota Makassar, Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar, Pasar Badung Kota Denpasar, dan Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang.

“Kami berharap dengan peluncuran digitalisasi pasar ini para pengelola pasar, pedagang, para pelaku usaha dagang, mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pemangku kepentingan dapat memberikan dukungannya agar program ini dapat berjalan lancar dan diimplementasikan secara optimal,” pungkas Oke.

Video Terkait