Jelang Nataru, Harga Cabai di Daerah Ini Naik

Ilustrasi - Komoditas cabai rawit merah.(Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 3 Desember 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Harga cabai di pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur merangkak naik menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru karena pasokan komoditas tersebut berkurang di pasaran.

"Harga cabai mulai naik pada minggu ini karena pasokan dari petani terbatas, sehingga pedagang juga mulai mengurangi pembelian," kata Wahid, pedagang cabai di Pasar Tanjung Jember, Jumat (3/11/2021).

Harga cabai rawit di Pasar Tanjung Jember pada Jumat ini naik dari Rp36 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram dan harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Padahal sepekan lalu harga cabai rawit di pasaran berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai merah besar masih fluktuatif pada kisaran Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

"Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan banyak cabai petani yang rusak, sehingga panen cabai yang dipasok ke pedagang berkurang karena sebagian hasil panen rusak," tuturnya.

Ia menjelaskan harga cabai yang terus merangkak naik menyebabkan pedagang tidak berani membeli dalam jumlah banyak karena konsumen mengurangi pembelian dan komoditas cabai mudah busuk.

"Cabai rawit tidak bisa disimpan lama dan kalau tidak laku maka pedagang akan merugi banyak, sehingga kami menjual cabai dengan jumlah yang terbatas juga," katanya.

Sementara Kasi Pengembangan Usaha dan Promosi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Disperindag Jember Eko Wahyu Septantono mengatakan harga cabai terus merangkak naik karena banyak panen petani yang berkurang akibat musim hujan.

"Hampir setiap tahun harga cabai naik saat musim hujan karena pasokan dari petani berkurang, sehingga stok di pedagang juga terbatas," ujarnya.

Ia mengatakan petugas terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok dan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan seperti cabai rawit di Pasar Kebonsari, Pasar Kreyongan dan Pasar Tanjung yang menjadi sasaran survei harga bahan pokok setiap harinya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Daerah Ini Naik
Jelang PPKM Darurat, Harga Cabai Merah Naik Jadi Rp58.000 per Kilo

"Kami akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok dan memastikan stoknya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru," katanya.

Selain cabai, lanjut dia, harga bahan pokok yang terus merangkak naik yakni minyak goreng baik minyak goreng curah maupun bermerk dengan kemasan 2 liter dengan harga minyak goreng curah Rp19 ribu perkilogram, sedangkan minyak goreng bermerk kemasan 2 liter berkisar Rp38 ribu hingga Rp42 ribu.

Video Terkait