132 UKM Sukses Catatkan Transaksi Rp76 Miliar Lewat Program Pendampingan Eskpor

Ilustrasi Ekspor (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 8 Desember 2021 | 10:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 132 Usaha Kecil Menengah (UKM) di 10 wilayah di Indonesia sukses membukukan total transaksi lebih dari 5,29 juta dolar AS (Rp76 miliar) sepanjang tahun 2021 melalui program pendampingan ekspor (Export Coaching Program/ECP) yang digerakkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi mengatakan keberhasilan itu telah membanggakan para pelaku UKM ekspor sekaligus membuktikan siap berkompetisi di pasar global.

“Capaian tersebut merupakan bukti kontribusi ECP bagi UKM dalam kinerja ekspor nasional dan patut diapresiasi. Ke depan, Kemendag berkomitmen terus memberikan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing melalui berbagai program, termasuk ECP untuk pelaku UKM dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan lainnya,” ujar Didi, Selasa (8/12/2021).

Didi menegaskan pihaknya tengah berkonsentrasi pada langkah strategis utama yaitu meningkatkan ekspor nonmigas dan terus membuka akses pasar prospektif, memperkuat peran perwakilan perdagangan di luar negeri, serta meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor.

Produk yang telah diekspor peserta ECP antara lain serat kapuk, briket arang kelapa, gula kelapa, kerajinan kaca, komoditas kelapa, alas kaki (inner slipper), tas tangan Aceh, bubuk kakao, glassware/tableware, produk interior dari batu alam, damar batu, dan sabut kelapa. Selanjutnya makanan ringan, rumput laut, furnitur, kerajinan, lidi sawit, cocopeat, buah salak, teak flooring, cengkeh, sepatu dan sandal, kopi, bulu mata, sayur segar, ikan beku, rempah-rempah, mie, parfum dan fesyen.

Negara yang menjadi tujuan ekspor adalah India, Rusia, Prancis, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, Argentina, Angola, Belanda, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Belgia, Ghana, Italia, Kolombia, Kamboja, UEA, Pakistan, Kamboja, Korea Selatan, Brasil, Singapura, dan Yordania. Selanjutnya Arab Saudi, Irak, Jepang, Australia, Hongkong, Kanada, Thailand, Jerman, Irak, Somalia, Bangladesh dan Pakistan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Heryono Hadi Prasetyo mengatakan, penjajakan bisnis dapat terus ditindaklanjuti guna semakin menggenjot transaksi ekspor dan membantu para pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor.

“Pelaku usaha yang belum berkesempatan ekspor diharapkan tetap optimistis dan jeli melihat peluang ekspor,” kata Heryono.

Dia berharap peserta ECP dapat menjadi pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan tren pemasaran saat ini dengan penggunaan teknologi digital/e-commerce.

Heryono mengungkapkan Kemendag terus mengedukasi pelaku usaha mengenai perlunya transformasi ke pemasaran secara digital. Pelaku UKM diharapkan sudah mampu melakukan pemasaran melalui platform digital, termasuk di loka pasar internasional guna mendapatkan buyer potensial. Hal itu, lanjut dia, harus didukung kesiapan UKM akan kualitas produk, kapasitas produksi dan komitmen untuk bersaing di pasar global.

“Peserta ECP diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan daya saingnya sehingga semakin memberi kontribusi, baik bagi peningkatan perekonomian daerah maupun secara nasional guna meningkatkan kesejahteraan segenap lapisan masyarakat,” pungkas Heryono.

Baca Juga: 132 UKM Sukses Catatkan Transaksi Rp76 Miliar Lewat Program Pendampingan Eskpor
Produk Lokal UMKM Ramah Lingkungan Tampil di Expo 2020 Dubai

Untuk diketahui, ECP merupakan program pendampingan ekspor bagi para pelaku usaha dan bagian upaya Kemendag dalam meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas. Selama 2021, ECP telah dilaksanakan di sepuluh wilayah dengan peserta sebanyak 300 pelaku usaha.

Pelaku UKM mendapatkan pendampingan dari praktisi ekspor dan mendapatkan berbagai pengetahuan tentang prosedur ekspor, cara mengembangkan pasar, perbaikan bahan promosi, cara mencari pembeli potensial, dan strategi pengembangan produk. Peserta juga dibekali cara negosiasi dan pembuatan kontrak dagang serta difasilitasi penjajakan bisnis oleh perwakilan perdagangan.\

Video terkait:

 

Video Terkait