Kerap Dianggap Sampah, Daun Ketapang Kering Asal Cilacap Diekspor ke Korsel

Daun ketapang kering asal Cilacap diekspor ke Korsel. (Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 14 Januari 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Produk pertanian Indonesia yang beragam sangat diminati pasar ekspor. Tidak hanya produk konsumsi, dedaunan kering yang kerap dianggap sampah juga memiliki nilai jual di pasar global. Daun ketapang kering yang biasa berserakan ternyata bisa menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah. 

Baru-baru ini Karantina Pertanian Cilacap melakukan pemeriksaan tindak karantina terhadap enam kilogram ketapang kering. Hasil pemeriksaan menyatakan daun ketapang kering bebas dari hama tumbuhan dan layak mendapatkan sertifikat ekspor. Selanjutnya, daun ketapang itu akan dikirim ke negara tujuan Korea Selatan, dengan nilai ekonomi Rp6 juta.

"Daun ketapang kering kami telah periksa dab dipastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), layak untuk dilalulintaskan," ujar Pejabat Karantina Pertanian Cilacap, Amir usai melakukan pemeriksaan seperti dilansir dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Jumat (14/1/2022).

Sarman, selaku eksportir daun ketapang kering asal Cilacap, Jawa Tengah mengaku produk ekspornya tidak hanya laku di Korsel saja tetapi juga merambah hingga Jepang dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Kerap Dianggap Sampah, Daun Ketapang Kering Asal Cilacap Diekspor ke Korsel
Wilayah Perbatasan Semarakan Geliat Ekspor Buah dan Sayur di Awal Tahun

Untuk diketahui, daun ketapang kering memiliki pangsa pasar internasional karena kandungan tanin pada daun itu dapat dimanfaatkan untuk menstabilkan pH air. Selain itu, daun ketapang juga memiliki sifat antijamur dan bakteri serta mampu mencerahkan warna ikan.

Daun ketapang kering banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan budidaya ikan hias dan udang. Sementara di Indonesia, daun ketapang kerap digunakan dalam budidaya ikan cupang dan lainnya.

Video:

Video Terkait